STEREOTIP BUDAYA MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA TERHADAP ETNIS MELAYU DALAM INTERAKSI SOSIAL DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA

Fenny, Fenny (2021) STEREOTIP BUDAYA MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA TERHADAP ETNIS MELAYU DALAM INTERAKSI SOSIAL DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.docx.pdf

Download (83kB)
[img] Text (BAB SATU)
BAB I_FENNY.docx.pdf

Download (181kB)
[img] Text (BAB DUA)
BAB II_FENNY.docx.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (127kB) | Request a copy
[img] Text (BAB TIGA)
BAB III_FENNY.docx.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (326kB) | Request a copy
[img] Text (BAB EMPAT)
BAB IV_FENNY.docx.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[img] Text (BAB LIMA)
BAB V_FENNY.docx.pdf

Download (70kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (105kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (174kB) | Request a copy
[img] Text (SKRIPSI FULL TEXT)
Skripsi Fenny 17071027..pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kota Medan adalah salah satu kota di Indonesia yang sangat multietnik. Pada dasarnya keberagaman etnik ini seperti dua belah mata pisau, dimana keberagaman tersebut dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk kota tersebut ataupun dapat menjadi sumber terciptanya konflik. Dengan keberagaman etnik tersebut, penelitian ini membatasi dan akan memfokuskan pembahasan terkait stereotip budaya dalam interaksi sosial antara etnik Tionghoa dengan etnik Melayu di Kota Medan. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi yang merupakan pendekatan terhadap sosiolinguistik bahasa, dimana melihat penggunaan bahasa secara umum dihubungkan dengan nilai-nilai sosial dan kultural. Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan ialah melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan juga intropeksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa stereotip yang diberikan oleh etnik Tionghoa terhadap etnik Melayu di Kota Medan terdiri dari dua stereotip besar yakni “Etnik Melayu Kasar” yang dimaknai sebagai kecenderungan perilaku kriminalitas dan juga “Etnik Melayu Tidak Tau Aturan” yang dimaknai sebagai kecenderungan perilaku ugal-ugalan. Walaupun stereotip yang terbentuk mengarah kepada tendensi negatif, namun secara interaksi sosial yang terjalin menghasilkan proses interkasi asosiatif yakni terjalin sebuah kerja sama dan juga akomodasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/ Lokasi Hardcopy: Perpustakaan Kampus 3 UMBY
Uncontrolled Keywords: stereotip budaya, interaksi sosial, etnografi komunikasi, etnik.
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Ilmu Komunikasi UMBY
Date Deposited: 07 Jan 2022 09:27
Last Modified: 07 Jan 2022 09:27
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/12247

Actions (login required)

View Item View Item