HARMONISASI BUDAYA DALAM KEBERAGAMAN : STUDI DESKTIPTIF KUALITATIF KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PADA EMPAT SUKU DI KABUPATEN BELU, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DI TAHUN 2016

Briakali, Gabriel Fendianus (2017) HARMONISASI BUDAYA DALAM KEBERAGAMAN : STUDI DESKTIPTIF KUALITATIF KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA PADA EMPAT SUKU DI KABUPATEN BELU, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR DI TAHUN 2016. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover dan lampiran.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 2.pdf

Download (264kB) | Preview
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (458kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (577kB)
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (278kB)
[img] Text
skripsi full teks.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kabupaten Belu memiliki empat suku yang berbeda dalam satu wilayah kabupaten tetapi mereka saling menghargai dan saling membantu jiika ada kesulitan. Memang kemampuan sumber daya manusia yang belum merata dengan baik tetapi ini bukan menjadi satu halangan untuk saling menjaga dalam berhubungan baik dalam hidup dengan keberagaman budaya yang ada. Meskipun denngan bahasa budaya yang berbeda tetapi saat keempat suku ini saling menghargai dan tetap menjaga tradisi yang dimiliki suku mereka masing masing Karena kebudayaan mereka saat ini merupakan warisan yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar komunikasi lintas budaya sehingga empat suku di Kabupaten Belu tetap harmonis dalam kurun waktu yang lama. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini tidak bermaksud untuk menguji hipotesis tertentu tetapi menggambarkan apa adanya tentang suatu gejala atau keadaan. Peneliti menggunkan 3 (tiga) orang informal dalam penelitian. Kerangka konsep peneletian mennggunakan perspektif Hofstede (Dalam Gundy kunst & kim,2008: 27) dengan dimensi yang dikaji adalah individualism –collestivism, penghindaran ketidakpastian, jarak kekuasaan, maskulinitas – feminitas. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Belu dimana keberhasilan yang didapat dalam komunikasi lintas budaya antar suku di Kabupaten Belu yaitu adalah tidak adanya kegelisahan antara ke empat suku yang ada di Belu dalam hubungan antar budaya. Hal itu dikarenakan masyarakat Belu sudah tahu bagaimana seharusnya bersikap terhadap keberagaman suku yang terjadi di Kabupaten Belu baik dalam kerangka adat-istiadat, bahasa dan peraturan yang berlaku di masing-masing suku. Ini menyebabkan terjaganya harmonisasi ditengah keberagaman dalam kurun waktu tahun 1999 – 2016. Kata kunci : Komunikasi Lintas Budaya, Kabupaten Belu, Studi Deskriptif

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/ Lokasi Hardcopy: Didik Haryadi S, S.Kom.I., M.A
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Ilmu Komunikasi UMBY
Date Deposited: 08 Aug 2017 08:23
Last Modified: 08 Aug 2017 08:23
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/165

Actions (login required)

View Item View Item