ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2015

Fitriandani, Tyas Pramudita (2018) ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK DENGAN METODE RGEC PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) TBK PERIODE 2013-2015. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (102kB) | Preview
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (227kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (129kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (459kB)
[img]
Preview
Text
BAB 5.pdf

Download (243kB) | Preview
[img] Text
COVER DAN LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (404kB)
[img] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah di bidang perbankan dan pembaharuan terhadap Undang-Undang perbankan serta adanya likuiditas yang dilakukan oleh pemerintah pada sejumlah Bank Indonesia. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Kesehatan Bank pada Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dari tahun 2013-2015. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode RGEC yang terdiri dari Risk profile, Good Corporate Governance, Earning, Capita. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh hasil Nilai Loan Deposit Ratio (LDR) Bank BRI selama tahun 2013-2015 berturut-turut adalah 89.91%, 72.04%, dan 67.02%. Terlihat bahwa ada sedikit penurunan prosentase pada tahun 2014 dan 2015, akan tetapi masih berada dalam peringkat yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu sangat sehat. Sehingga menunjukkan bahwa Bank BRI memiliki kemampuan yang cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, saat ditagih deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya.Namun secara keseluruhan sebaiknya Bank BRI perlu mengetatkan jumlah kredit yang disalurkandan tetap menjaga prinsip kehati-hatian untuk tahun-tahun mendatang. Karena apabila memiliki nilai LDR yang terlalu tinggi akan menunjukkan bahwa bank terlalu agresif dalam menyalurkan kredit sehingga dapat meningkatkan eksposur risiko yang dihadapi. Namun apabila nilai LDR terlalu rendah, maka akan mempengaruhi laba yang diperoleh, karena jika LDR rendah maka hal ini mengindikasikan bahwa jumlah kredit yang disalurkan menurun.Dengan menurunnya kredit yang disalurkan, maka menurun pula laba yang dihasilkan oleh bank. Peringkat faktor rentabilitas sangat sehat, terbukti dengan nilai (ROA) Bank BRI selama tahun 2013-2015 berturut-turut adalah 4.74%, 7.13%, dan 3.87%.ROA tahun 2014 mengalami peningkatan, dan penurunan pada tahun 2015. Hal ini disebabkan oleh kenaikan tingkat suku bunga yang secara umum menyebabkan peningkatan CKPN. Namun secara keseluruhan ROA yang dimiliki oleh Bank BRI selama periode 2013-2015 termasuk dalam kriteria sangat sehat.Hal ini menunjukkn bahwa kemampuan Bank BRI dalam memperoleh laba dengan mengandalkan asetnya telah berjalan dengan sangat baik.Hal ini sesuai dengan matriks penetapan peringkat ROA > 1.5% masuk dalam criteria sangat sehat. Nilai rata-rata Net Interest Margin (NIM) ban BRI pada tahun 2013-2015 berturut turut adalah 8.08%, 7.93%, dan 7.72%. Terlihat bahwa ada penurunan nilai rata-rata NIM pada tahun 2014 dan 2015. Hal ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga sehingga menyebabkan tingginya biaya bunga yang ditanggung oleh Bank BRI pada tahun tersebut.Namun secara keseluruhan dengan nilai rata-rata IM sebesaritu menunjukkan bahwa kemampuan Bank BRI dalam memperoleh pendapatan bunga bersih selama tahun 2013-2015 sudah sangat baik.Hal ini sesuai dengan matriks penetapan peringkat NIM dimana rasio NIM > 3% masuk dalam criteria sangat sehat. Sehingga dapat diindakisakan bahwa selama tahun 2013-2015 Bank BRI memiliki kemampuan manajemen bank yag sangat baik dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih perusahaan. Tingkat kesehatan bank ditinjau dari aspek Capitaldengan menghitung Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Bank BRI tahun 2013-2015 berturut-turut adalah 16.99%, 18.31%, 20.59% dengan kriteria sangat sehat.Artinya bank memiliki kecukupan dalam permodalan sehingga dapat disimpulkan bahwa Bank BRI mampu memenuhi kewajiban Penyediaan modal minimum (KPMM). Penilaian tingkat kesehatan Bank BRI dengan menggunakan metode RGEC yaitu dengan melihat aspek Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital selama tahun 2013-2015 berada pada peringkat komposit 1 (PK-1) dengan criteria sangat sehat. Kata kunci : Penilaian tingkat kesehatan bank dengan metode RGEC

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/ Lokasi Hardcopy: Mrtinus Budiantara., SE.,M.Si.,Ak.,CA.
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi > Program Studi Akuntansi
Depositing User: Akuntansi UMBY
Date Deposited: 05 Mar 2018 05:38
Last Modified: 18 Aug 2022 07:46
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/2236

Actions (login required)

View Item View Item