PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 GODEAN

Nursa'adah, Heti PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN KEAKTIFAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 GODEAN. Naskah Publikasi Program Studi Pendidikan Matematika.

[img] Text
NASKAH PUBLIKASI.docx
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Heti Nursa’adah: Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Keaktifan Siswa Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Godean. Skripsi. Yogyakarta, Strata Satu, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, 2017 Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap kemampuan komunikasi matematis dan keaktifan siswa pada pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 2 Godean. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan pretest – posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 4 kelas dan sampelnya terdiri dari 2 kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diambil dengan teknik Purposive sampling. Kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen yang akan mendapat perlakuan model pembelajaran Make A Match dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. Masingmasing kelas terdiri dari 32 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes dan non tes. Teknik analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test, uji T2 Hotteling’s, dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) hasil uji Paired Sample T-test untuk kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya ditolak dan kelas kontrol nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya ditolak. Sedangkan uji Paired Sample T-Test untuk keaktifan siswa kelas eksperimen nilai signifikansinya 0,000 < 0,05 yang artinya ditolak dan kelas kontrol nilai signifikansinya 0,003 < 0,05 yang artinya ditolak 2) hasil uji T2 Hotteling’s menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya ditolak 3) hasil uji Independent Sample T-Test untuk kemampuan komunikasi matematis nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya ditolak. Sedangkan hasil uji Independent Sample T-Test untuk keaktifan siswa nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang artinya ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Make A Match efektif terhadap kemampuan komunikasi matematis maupun keaktifan siswa dan model pembelajaran Make A Match lebih baik/unggul dari pada model pembelajaran konvensional ditinjau baik dari kemampuan komunikasi matematis maupun keaktifan siswa pada pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 2 Godean. Kata kunci: Make A Match, Komunikasi Matematis, Keaktifan Siswa

Item Type: Article
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Program Studi Pendidikan Matematika
Depositing User: Pendidikan Matematika UMBY
Date Deposited: 16 Aug 2017 04:48
Last Modified: 16 Aug 2017 04:48
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/261

Actions (login required)

View Item View Item