Analisis City Branding “Awesome And Beauty Bandung City Of Angklung” Dalam Upaya Mewujudkan Kota Bandung Yang Unggul (Studi Deskriptif Pada Tim Bandung Kota Angklung)

Fitriana, Ade Alianur (2022) Analisis City Branding “Awesome And Beauty Bandung City Of Angklung” Dalam Upaya Mewujudkan Kota Bandung Yang Unggul (Studi Deskriptif Pada Tim Bandung Kota Angklung). Analisis City Branding “Awesome And Beauty Bandung City Of Angklung” Dalam Upaya Mewujudkan Kota Bandung Yang Unggul (Studi Deskriptif Pada Tim Bandung Kota Angklung). pp. 1-21.

[thumbnail of NASKAH PUBLIKASI] Text (NASKAH PUBLIKASI)
Naskah Publikasi - Ade Alianur F.docx

Download (46kB)

Abstract

City branding digunakan untuk mengukur suatu kota dan mengevaluasi kota tersebut maupun sebagai pendapat pengunjung mengacu pada beberapa dimensi atau aspek dari kota tersebut. Dalam proses city branding diperlukan adanya kolaborasi dari semua pemangku kepentingan baik dari pemerintah kota, pihak swasta, praktisi maupun komunitas masyarakat. Program city branding ini juga bertujuan untuk menggali potensi dari suatu kota dari berbagai sektor untuk diperkenalkan atau di promosikan. Pengembangan konsep “City Branding” yang berguna untuk meningkatkan awareness juga dapat dikenal secara luas oleh masyarakat untuk menarik minat wisatawan berkunjung, menarik investor, mendapatkan citra yang baik dan menjadi suatu signature atau identitas dari kota tersebut. Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Berasal dari kata Bahasa Sunda “angkleung angkleungan” yaitu gerakan pemain angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. Angklung mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai The Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity yang dideklarasikan pada tanggal 16 November 2010 dan sudah resmi diakui sebagai warisan budaya takbenda asal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisa serta mendeskripsikan bagaimana proses program city branding yang dilakukan dengan menggunakan enam Dimensi atau Aspek dari Simon Anholt yaitu, presence, place, people, pre-requisite, pulse, dan potential. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa enam dimensi dari city branding yaitu presence, place, people, pre-requisite, pulse, dan potential sudah berjalan dengan baik dengan melibatkan stakeholder

Item Type: Article
Additional Information/Lokasi Hardcopy: Perpustakaan Kampus 3 UMBY
Uncontrolled Keywords: City Branding, Angklung, Kebudayaan, Pariwisata
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Ilmu Komunikasi UMBY
Date Deposited: 11 Aug 2023 06:38
Last Modified: 11 Aug 2023 06:38
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/16165

Actions (login required)

View Item
View Item