Sugiarto, Reno (2025) PERSEPSI PARA KEPALA INSTANSI PENDIDIKAN TERHADAP PRAKTIK PEMERASAN OLEH OKNUM WARTAWAN DI KECAMATAN CIGEMBLONG, KABUPATEN LEBAK. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
220710271-ABSTRAK.pdf
File (272kB)
220710271-BAB I.pdf
File (476kB)
220710271-BAB V.pdf
File (182kB)
220710271-DAFTAR PUSTAKA.pdf
File (231kB)
220710271-FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only
File (4MB) Request a copy
220710271-NASKAH PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
File (380kB) Request a copy
Abstract
Praktik pemerasan oleh oknum wartawan terhadap kepala instansi pendidikan merupakan
fenomena sosial yang berdampak pada menurunnya kepercayaan terhadap profesi jurnalistik
serta terganggunya stabilitas institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana persepsi kepala instansi pendidikan di Kecamatan Cigemblong terhadap praktik
pemerasan yang dilakukan oleh oknum wartawan, ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan
konatif. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana persepsi kepala instansi pendidikan
terhadap praktik pemerasan oleh oknum wartawan di Kecamatan Cigemblong, Kabupaten
Lebak. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan deskriptif
kualitatif dengan analisis persepsi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala instansi pendidikan yang pernah
berhadapan langsung dengan oknum wartawan. Analisis data dilakukan secara sistematis
dengan mengacu pada teori persepsi menurut Bimo Walgito yang membagi persepsi ke dalam
aspek kognitif, afektif, dan konatif, serta dikaitkan dengan konsep kode etik jurnalistik. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kognitif, kepala instansi pendidikan memahami
praktik pemerasan sebagai tindakan tidak etis yang melanggar Kode Etik Jurnalistik dan
memanfaatkan ancaman pemberitaan untuk keuntungan pribadi. Pemahaman ini terbentuk
tidak hanya dari pengalaman individu, tetapi juga dari komunikasi kolektif antarkepala instansi.
Pada aspek afektif, informan menunjukkan respons emosional berupa kecemasan,
kewaspadaan, dan ketidaknyamanan akibat kekhawatiran terhadap reputasi institusi.
Selanjutnya, pada aspek konatif, persepsi tersebut mendorong kecenderungan tindakan
defensif dan pasif, seperti menghindari interaksi lanjutan dan tidak melaporkan praktik
pemerasan secara formal. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi berperan penting dalam
membentuk pola respons institusional terhadap praktik pemerasan oleh oknum wartawan.
| Dosen Pembimbing: | Nastain, M. | [error in script] |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
| Uncontrolled Keywords: | Kode Etik Jurnalistik, Oknum Wartawan, Pemerasan, Persepsi. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Ilmu Komunikasi UMBY |
| Date Deposited: | 20 Aug 2026 01:47 |
| Last Modified: | 20 Aug 2026 01:47 |
| URI: | https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/25229 |
