PREVALENSI FASCIOLOSIS PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN KULON PROGO

Wulansari, Sri (2018) PREVALENSI FASCIOLOSIS PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN KULON PROGO. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

[img] Text
abstrac.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (30kB)
[img]
Preview
Text
Bab I. Pendahuluan.pdf

Download (59kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab II. Tinjauan Pustaka.pdf

Download (155kB) | Preview
[img] Text
Bab III. Materi dan Metode.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (139kB)
[img] Text
Bab IV. Hasil dan Pembahasan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (150kB)
[img] Text
Bab V. Kesimpulan dan Saran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (55kB)
[img] Text
Cover dan Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img] Text
Skripsi Full Text.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penyakit ternak menyebabkan kerugian yang besar, salah satu penyebab penyakit adalah parasit. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai seberapa besar prevalensi fasciolosis pada sapi potong di Kabupaten Kulon Progo. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang prevalensi fasciolosis dan penyebarannya pada sapi. Materi Penelitian merupakan data sekunder yang didapat dari laboratorium Type C Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progodan data dari BPS. Metode penelitian yang digunakan adalah untuk mengetahui variabel/faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus Fasciolosis di Kabupaten Kulon Progo. Dari uji F, diperoleh nilai F hitung sebesar 471.526 dengan signifikansi 0.000. Nilai R2 sebesar 0,758 berdasarkan uji multikolinieritas, menunjukkan bahwa semua variable menunjukkan nilai di bawah 10 yang berarti tidak terjadi persoalan dalam multikolinieritas. Berdasarkan perhitungan uji t, nilai konstanta sebesar -0,011. Secara parsial, nilai thitung variabel yang secara umum diduga berpengaruh adalah dataran rendah (1,263), sapi betina (0,018), Kecamatan Lendah (1,931), dan sapi LimPO (-5,610). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dataran rendah berpengaruh sangat nyata (<0,01); sapi betina, Kecamatan Lendah, dan sapi LimPO berpengaruh nyata (<0,05) terhadap kasus Fasciolosis pada sapi potong di Kabupaten Kulon Progo. Kata Kunci: Fasciolosis, Kabupaten Kulon Progo, prevalensi, sapi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/ Lokasi Hardcopy: drh. A. Mamilisti Susiati, M.P. Ir. Lukman Amin, M.P.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Agroindustri > Program Studi Peternakan
Depositing User: Peternakan UMBY
Date Deposited: 12 Apr 2018 07:23
Last Modified: 12 Apr 2018 07:23
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/2730

Actions (login required)

View Item View Item