PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HIJAU CAIR GULMA TERHADAP FRAKSI SERAT RUMPUT GAJAH VARIETAS TAIWAN (Pennisetum purpureum cv. Taiwan) PADA UMUR POTONG YANG BERBEDA

Nining Nur Widayanti, 14021016 (2019) PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HIJAU CAIR GULMA TERHADAP FRAKSI SERAT RUMPUT GAJAH VARIETAS TAIWAN (Pennisetum purpureum cv. Taiwan) PADA UMUR POTONG YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
ABSTRAC.pdf

Download (241kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (516kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (378kB) | Request a copy
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (308kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (145kB) | Request a copy
[img] Text
COVER DAN LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
SKRIPSI FULL TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk hijau cair gulma terhadap fraksi serat rumput gajah varietas Taiwan (Pennisetum purpureum cv. Taiwan) pada umur potong yang berbeda. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 November 2017 sampai dengan 14 Februari 2018 di Unit Pelaksana Tenis (UPT) Teaching Farm Fakultas Agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang terletak di Gunungbulu, Argorejo, Sedayu, Bantul, dan dilanjutkan di laboratorium BPTBA Lipi Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial 4x3 dengan 3 blok sebagai ulangan. Faktor pertama pemberian pupuk hijau cair terdiri dari 4 taraf perlakuan B0 : Kontrol, B1 : Pupuk cair Babadotan, B2 : Pupuk cair Jonga-jonga dan B3 : Pupuk cair Enceng gondok, sedangkan faktor kedua umur potong yang terdiri 3 taraf perlakuan yaitu U1 : umur potong 30 hari, U2 : umur potong 40 hari dan U3 : Umur potong 50 hari. Variabel yang diukur Hemiselulosa, Selulosa, dan Lignin. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), jika ada perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Mutiple Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pupuk hijau cair gulma dengan umur potong. Pupuk hijau cair gulma berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fraksi serat. Umur berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap fraksi serat dengan rerata (%) pada setiap perlakuan hemiselulosa U1 : 29,04 ; selulosa U3 : 37,66 dan lignin U3 : 14,35. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kandungan fraksi serat rumput gajah varietas Taiwan (Pennisetum purpureum cv. Taiwan) yang dipotong pada umur 30 hari mengahasilkan hemiselulosa yang rendah dan pada umur 50 hari menghasilkan selulosa dan lignin yang tinggi. Kata kunci : Pennisetum purpureum cv. Taiwan, fraksi serat, pupuk hijau cair gulma, umur potong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/ Lokasi Hardcopy: Ir. Niken Astuti, M.P. Ir. Fx. Suwarta, M.P.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Agroindustri > Program Studi Peternakan
Depositing User: Peternakan UMBY
Date Deposited: 09 Apr 2019 04:50
Last Modified: 09 Apr 2019 04:50
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/5180

Actions (login required)

View Item View Item