PENERAPAN MODEL CROP LIVE STOCK LAHAN KERING BERBASIS USAHA SAPI POTONG DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Suwarta, FX (2014) PENERAPAN MODEL CROP LIVE STOCK LAHAN KERING BERBASIS USAHA SAPI POTONG DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL. Prosiding Seminar Hasil Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM UMP TH 2014, -. pp. 337-340. ISSN 978-602-14930-3-8

[thumbnail of Seminar Nasional]
Preview
Text (Seminar Nasional)
Model Crop Live stock berbasis sapi potong-UMP.pdf

Download (8MB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Penerapan model crop live stock lahan kering berbasiskan usaha sapi potong telah dilakukan di Kelompok ternak sapi potong “ Nedyo Rukun” dan “Handini Mulyo” desa Giripurwo, kecamatan Purwosari Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah tersebut mempunyai tanam lahan kering. Rata-rata peternak memiliki sapi potong 1,8 ekor/rumah tangga. Pada musim kemarau terjadi kesulitan pakan. Sebagian besar tanaman budidaya berupa tanaman jangka panjan dan belum dikembangkan variasi tanaman jangka pendek dengan memanfaatkan pupuk kandang. Kegiatan diawali dengan identifikasi potensi pakan ternak dan ketersediaan pupuk kandang. Dilanjutkan dengan pelatihan peningkatan mutu pakan limbah pertanian dengan teknologi complete feed dan pembuatan starter , pembuatan pupuk organik, dan uji coba tanaman cabe lokal. Peserta kegiatan adalah anggota kelompok ternak “Nedyo Rukun” berjumlah 45 orang dan kelompok Handini Mulyo berjumlah 43 orang. Hasil identifikasi menunjukkan rata-rata peternak mempunyai lahan rata-rata 8200 m2/KK, dengan variasi tanaman pendukung pakan beragam berupa tanaman mahoni, gliricidea, lamtoro, tanaman bunga kupu-kupu, rumput gajah dan limbah pertanian tegalan berupa jerami padi gogo, jerami jagung, jerami kacang tanah, kulit ketela, batang jagung, tungkol jagung dan kulit kacang. Ketersedian pakan pada musim penghujan cukup tersedia dengan potensi 11,2 ton/BK/peternak dan hanya sekitar 62% yang termanfaatkan. Beberapa limbah pertanian yang pemanfaatannya rendah adalah batang dan tongkol jagung, kulit kacang , batang kedelai. Ketersediaan pupuk rata-rata per peternak mencapai 6,2 ton/tahun dan semua petani belum melakukan proses pengolahan pupuk dan membudidayakan tanaman jangka pendek (sayuran) secara intensif. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan pelatihan sebanyak 92% peserta menyatakan kegiatan pengabdian memberikan manfaat dan hanya 8% menyatakan tidak tahu. Peserta yang memahami materi pelatihan dengan nilai diatas 70 sebanyak 84%. Disimpulkan bahwa kegiatan yang dilakukan telah meningkatkan kesadaran kelompok untuk menerapkan crop live stock , mengenal potensi desa untuk menyediakan pakan, pupuk , dan mengembangkan cabai lokal serta meningkatkan ketrampilan petani untuk membuat pakan complete feed dan mengolah pupuk dengan starter alami.

Kata kunci : Crop live stock, lahan kering, sapi potong

Item Type: Article
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Agroindustri > Program Studi Peternakan
Depositing User: Biro Administrasi, Umum dan Keuangan UMBY
Date Deposited: 08 Nov 2018 02:29
Last Modified: 08 Nov 2018 02:29
URI: http://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/4189

Actions (login required)

View Item
View Item