Prayuda, Muhammad Awli (2025) DISKURSUS TENTANG POLITIK DINASTI DAN MORALITAS POLITIK PASCA PEMILU 2024 PADA EDITORIAL KOMPAS.ID EDISI MEI SAMPAI OKTOBER 2024. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Text (ABSTRAK)
230720120-ABSTRAK.pdf

Text (BAB SATU)
230720120-BAB I.pdf

Text (BAB LIMA)
230720120-BAB V.pdf

Text (DAFTAR PUSTAKA)
230720120-DAFTAR PUSTAKA.pdf

Text (SKRIPSI FULL TEXT)
230720120-FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Text (NASKAH PUBLIKASI)
230720120-NASKAH PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Abstract

Fenomena #KaburAjaDulu ramai diperbincangkan pada awal tahun 2025. Fenomena ini
berawal dari tagar serupa yang digunakan di media sosial oleh masyarakat Indonesia sebagai
bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kinerja serta ketidakmampuan pemerintah dalam
menyelesaikan berbagai isu yang ada, terutama isu ketenagakerjaan. Ramainya perbincangan
mengenai fenomena ini membuat banyak media akhirnya turut menyoroti dan membuka ruang
diskusi bersama berbagai pihak. Salah satu media tersebut adalah TVOne yang membuka ruang
diskusi bersama narasumber dari latar belakang yang beragam di dalam program gelar wicara
mereka, Catatan Demokrasi dalam episode ‘Viral #KaburAjaDulu, Rasional atau Emosional?’ dan Indonesia Business Forum dalam episode ‘#KaburAjaDulu, Peluang atau Tantangan’. Namun, media seringkali memiliki agenda dan identitas ideologis tertentu yang melekat di dalam
narasi mereka sehingga hal ini dapat memengaruhi kedudukan media terhadap suatu fenomena
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana konstruksi wacana fenomena
#KaburAjaDulu pada siaran langsung di kanal YouTube TVOne. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan studi
pustaka. Penelitian ini Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk dalam menganalisis data. Hasil
temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tayangan siaran langsung ‘Viral #KaburAjaDulu, Rasional atau Emosional?’ dan ‘#KaburAjaDulu, Peluang atau Tantangan’ bertujuan untuk
memberikan ruang dua sisi bagi masyarakat dan pemerintah untuk dapat mengutarakan opini
mereka serta melakukan klarifikasi terhadap pernyataan-pernyataan yang telah disampaikan, tetapi juga memberikan impresi bahwa negara berusaha untuk meredam kritik publik serta
mendorong perubahan arah narasi kabur aja dulu dari makna yang sarat akan sinisme dan
pesimis ke arah yang lebih positif dan terstruktur. Sehingga dapat dilihat bahwa TVOne berusaha
untuk tampil netral dalam mengangkat fenomena #KaburAjaDulu ini, tetapi tetap condong ke
arah pemerintah

Dosen Pembimbing: Narwaya, Tri Guntur
Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information/Lokasi Hardcopy: Perpustakaan Kampus 3 UMBY
Uncontrolled Keywords: Dinasti, Moralitas, Politik, AWK, Editorial, Pemilu, demokrasi.
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Ilmu Komunikasi
Depositing User: Ilmu Komunikasi UMBY
Date Deposited: 05 Feb 2026 03:23
Last Modified: 05 Feb 2026 03:23
URI: https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/24048

Actions (login required)

View Item
View Item