Christopher, Bezaleel Matthew (2025) ANALISIS FRAMING PADA ISU TOXIC MASCULINITY DALAM FILM FAIR PLAY (2023) DAN MINISERI ADOLESCENCE (2025). Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
200710473 - ABSTRAK.pdf
200710473 - BAB I.pdf
200710473 - BAB V.pdf
200710473 - DAFTAR PUSTAKA.pdf
200710473 - Naskah Publikasi.pdf
200710473 - FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only
Request a copy
Abstract
Fenomena toxic masculinity semakin mendapat perhatian dalam diskursus sosial dan
media, seiring meningkatnya kesadaran terhadap dampak destruktif norma maskulinitas
hegemonik terhadap relasi gender, identitas laki-laki,serta struktursosial yang lebih luas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen framing dalam representasi
toxic masculinity pada film Fair Play (2023) dan miniseri Adolescence (2025), dengan
menggunakan model framing Robert N. Entman yang mencakup empat fungsi utama:
define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment
recommendation. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
paradigma konstruktivisme, serta teknik analisis framing untuk menggali konstruksi
naratif dan visual yang mereproduksi atau mengkritisi toxic masculinity dalam konteks
yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media membingkai toxic
masculinity bukan sekadar penyimpangan perilaku individual, melainkan krisis identitas
maskulin yang berakar pada konstruksi sosial dan diperkuat oleh konsumsi ideologi
misoginis di media digital. Fair Play memfokuskan krisis ini pada laki-laki dewasa yang
gagal beradaptasi dengan pergeseran hierarki gender di dunia profesional dan merembes
ke relasi intim, sedangkan Adolescence mengeksplorasi pembentukan identitas maskulin
remaja dalam ekosistem digital yang permisif terhadap ideologi misoginis serta
kegagalan kolektif keluarga, sekolah, dan kelompok sebaya dalam memberikan
pendampingan. Kedua karya menampilkan framing yang bersifat peringatan: tanpa
intervensi struktural, toxic masculinity akan terus mereproduksi siklus destruktif yang
melukai individu dan masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya
transformasi sosial melalui pendidikan gender kritis sejak dini, dukungan emosional
keluarga dan sekolah, serta pengawasan konten digital untuk membongkar reproduksi
norma patriarkal yang merugikan
| Dosen Pembimbing: | Nurdiarti, Rosalia Prismarini |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
| Uncontrolled Keywords: | Toxic Masculinity, Framing, Film, Maskulinitas, Robert N. Entman |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Komunikasi > Program Studi Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Ilmu Komunikasi UMBY |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 08:12 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 08:12 |
| URI: | https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/24553 |
