Depinto, Aisya Namira (2026) HUBUNGAN ANTARA SELF COMPASSION DENGAN RESILIENSI PADA REMAJA DARI KELUARGA BERCERAI DI DIY. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
210810392-ABSTRAK.pdf
File (45kB)
210810392-BAB I.pdf
File (67kB)
210810392-BAB V.pdf
File (32kB)
210810392-DAFTAR PUSTAKA.pdf
File (41kB)
210810392-FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only
File (2MB) Request a copy
210810392-NASKAH PUBLIKASI JURNAL ILMIAH.pdf
Restricted to Registered users only
File (142kB) Request a copy
210810392-SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
File (234kB) Request a copy
Abstract
Perceraian orang tua merupakan peristiwa kehidupan yang menimbulkan tekanan psikologis
signifikan pada remaja dan berpotensi mengganggu kemampuan adaptasi mereka. Resiliensi
menjadi kapasitas penting yang memungkinkan remaja bangkit dan menyesuaikan diri secara
positif terhadap situasi tersebut. Salah satu faktor internal yang diduga berperan dalam
meningkatkan resiliensi adalah self compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap
penuh penerimaan dan kebaikan terhadap diri sendiri saat menghadapi kesulitan. Penelitian ini
bertujuan menguji hubungan antara self compassion dan resiliensi pada remaja dari keluarga
bercerai di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penelitian menggunakan pendekatan
kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling. Responden berjumlah 100 remaja
usia 12-21 tahun yang berdomisili di DIY dan memiliki orang tua bercerai. Pengumpulan data
menggunakan Skala Resiliensi (28 aitem, α=0,865) yang dikembangkan berdasarkan aspek
Reivich & Shatté (2002) dan Skala Self Compassion (15 aitem, α=0,820) yang diadaptasi
dari Self Compassion Scale (Neff, 2003). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's
rho dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif
yang signifikan antara self compassion dan resiliensi (r=0,655; p<0,001). Kontribusi self
compassion terhadap resiliensi sebesar 41,4%, sedangkan 58,6% sisanya dipengaruhi faktor
lain. Mayoritas responden berada pada kategori sedang hingga tinggi pada kedua variabel.
Semakin tinggi self compassion yang dimiliki remaja dari keluarga bercerai, semakin tinggi
pula tingkat resiliensi mereka. Temuan ini mengonfirmasi bahwa self compassion merupakan
faktor protektif internal yang berperan penting dalam membangun resiliensi remaja yang
mengalami perceraian orang tua.
| Dosen Pembimbing: | Wijaya, Dimas Adi | [error in script] |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
| Uncontrolled Keywords: | self compassion, resiliensi, remaja, perceraian orang tua |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | Psikologi UMBY |
| Date Deposited: | 21 Sep 2026 08:37 |
| Last Modified: | 21 Sep 2026 08:37 |
| URI: | https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/27074 |
