Purba, Jenna Aprilia (2026) TINGKATAN BURNOUT PADA PEKERJA GEN Z (Studi Kasus pada Pekerja Gen Z di Yogyakarta). Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
190810351-ABSTRAK.pdf
File (43kB)
190810351-BAB I.pdf
File (63kB)
190810351-BAB V.pdf
File (32kB)
190810351-DAFTAR PUSTAKA.pdf
File (58kB)
190810351-FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only
File (3MB) Request a copy
190810351-NASKAH PUBLIKASI.pdf
File (499kB)
190810351-SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
File (5MB) Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkatan burnout pada pekerja Generasi
Z di Kantor Cabang Mandiri Kota Yogyakarta. Generasi Z merupakan generasi
yang tumbuh di era digital dan memiliki karakteristik adaptif terhadap teknologi,
namun juga rentan mengalami tekanan kerja akibat tuntutan produktivitas,
multitasking, serta ekspektasi kerja yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi
menimbulkan burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat
stres kerja yang berlangsung secara terus-menerus. Burnout ditandai dengan tiga
aspek utama yaitu emotional exhaustion, depersonalization, dan reduced personal
accomplishment. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain
deskriptif dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
pekerja Generasi Z di Kantor Cabang Mandiri Kota Yogyakarta dengan jumlah
sampel sebanyak 97 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive
sampling. Instrumen penelitian menggunakan Maslach Burnout Inventory (MBI)
yang terdiri dari 22 item pernyataan. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebagian besar responden mengalami burnout pada kategori sedang sebanyak 56
responden (57,7%), sedangkan 41 responden (42,3%) berada pada kategori rendah
dan tidak ditemukan burnout kategori tinggi. Hasil analisis bivariat menunjukkan
bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dengan tingkat burnout
1
(p=0,435), namun terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan
burnout (p=0,021) serta lama bekerja dengan burnout (p=0,043). Penelitian ini
menunjukkan bahwa pekerja Generasi Z memiliki kerentanan mengalami burnout
terutama pada pekerja dengan tingkat pendidikan lebih tinggi dan masa kerja lebih
lama. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperhatikan strategi pencegahan
burnout melalui dukungan organisasi, manajemen stres kerja, dan peningkatan
work-life balance bagi pekerja Generasi Z.
| Dosen Pembimbing: | Yuniasanti, Rani | [error in script] |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
| Uncontrolled Keywords: | burnout, Generasi Z, pekerja, work-life balance, Maslach Burnout Inventory |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | Psikologi UMBY |
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 06:09 |
| Last Modified: | 05 Aug 2026 06:09 |
| URI: | https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/27090 |
