FENOMENA ANAK YANG MENJADI ORANG TUA : PENGALAMAN DEWASA LAJANG DALAM PARENTIFIKASI KELUARGA Permana, Muhammad Adnan Rahadyan 2026 Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Permana, Muhammad Adnan Rahadyan (2026) FENOMENA ANAK YANG MENJADI ORANG TUA : PENGALAMAN DEWASA LAJANG DALAM PARENTIFIKASI KELUARGA. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

File (33kB)
Text (BAB SATU)
BAB I.pdf

File (56kB)
Text (BAB LIMA)
BAB V.pdf

File (25kB)
Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

File (39kB)
Text (NASKAH PUBLIKASI)
Naskah Publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

File (317kB) Request a copy
Text (SKRIPSI FULL TEKS)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only

File (12MB) Request a copy
Text (SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI)
surat pernyataan publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

File (508kB) Request a copy

Abstract

Parentifikasi merupakan kondisi ketika seorang anak mengambil alih peran dan
tanggung jawab orang tua di dalam keluarga, baik secara emosional maupun
instrumental. Fenomena ini sering dianggap wajar dalam budaya Indonesia yang
menjunjung tinggi loyalitas keluarga, sehingga beban psikologis yang muncul kerap
tidak disadari. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika psikologis dan
pengalaman hidup individu dewasa lajang yang mengalami parentifikasi dalam
keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan tiga
partisipan berusia 19–23 tahun yang berasal dari keluarga bercerai, kehilangan orang
tua, atau memiliki orang tua dengan kondisi tertentu. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam dan observasi, dengan keabsahan data diuji melalui
triangulasi. Hasil penelitian menemukan lima tema utama yang saling berkaitan:
dinamika keluarga, tuntutan yang dihadapi, hambatan dalam menjalankan peran,
konsekuensi psikologis, dan proses pencerahan menuju pemaknaan hidup baru.
Pengalaman parentifikasi menimbulkan konsekuensi negatif seperti kelelahan
emosional, kecemasan, dan kesulitan menetapkan batasan interpersonal, namun juga
mendorong terbentuknya kemandirian, empati, dan ketahanan diri. Temuan ini sejalan
dengan Family Systems Theory (Bowen, 1978) yang menjelaskan penyesuaian peran
sebagai respons terhadap disfungsi keluarga, serta teori koping Lazarus dan Folkman
(1984) yang menggambarkan strategi problem-focused dan emotion-focused coping
partisipan. Dukungan sosial ditemukan sebagai faktor kunci yang membantu partisipan
memaknai kembali pengalaman parentifikasi secara lebih po

Dosen Pembimbing: Kuncoro, Muhammad Wahyu | [error in script]
Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: dinamika keluarga, fenomenologi, parentifikasi, strategi koping
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi
Depositing User: Psikologi UMBY
Date Deposited: 14 Oct 2026 09:07
Last Modified: 14 Oct 2026 09:07
URI: https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/27776

Actions (login required)

View Item
View Item