Maudiana, Wiga Audy (2026) HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DAN SUBJECTIVE WELL – BEING PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) DI NUSA TENGGARA BARAT. Skripsi thesis, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only
File (34kB) Request a copy
BAB I.pdf
File (61kB)
BAB V.pdf
File (29kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
File (61kB)
FULL TEXT.pdf
Restricted to Registered users only
File (3MB) Request a copy
NASKAH PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
File (426kB) Request a copy
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
File (755kB) Request a copy
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan subjective well-being pada guru
Sekolah Luar Biasa (SLB) di Nusa Tenggara Barat. Guru SLB menghadapi tuntutan kerja yang kompleks karena
berinteraksi dengan peserta didik berkebutuhan khusus yang memiliki karakteristik kognitif, emosional, dan
perilaku yang beragam. Kondisi tersebut menuntut kemampuan regulasi emosi yang baik agar guru mampu
menghadapi tekanan kerja serta mempertahankan kesejahteraan psikologisnya. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian berjumlah 139 guru SLB di Nusa Tenggara
Barat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala
Subjective Well-Being yang terdiri dari Teaching Satisfaction Scale (TSS) dan Positive and Negative Affect
Schedule (PANAS), serta skala Regulasi Emosi yang diadaptasi dari Emotion Regulation Questionnaire (ERQ).
Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS versi 29.0. Hasil
penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan subjective well
being pada guru SLB di Nusa Tenggara Barat dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,308 dan nilai
signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi regulasi emosi, maka semakin tinggi
subjective well-being. Regulasi emosi memberikan kontribusi sebesar 9,5% terhadap subjective well-being,
sedangkan 90,5% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, regulasi emosi berperan penting
dalam meningkatkan subjective well-being guru SLB.
| Dosen Pembimbing: | Widyana, Rahma | [error in script] |
|---|---|
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
| Uncontrolled Keywords: | regulasi emosi, subjective well-being, guru SLB |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
| Divisions: | Fakultas Psikologi > Program Studi Psikologi |
| Depositing User: | Psikologi UMBY |
| Date Deposited: | 21 Oct 2026 08:16 |
| Last Modified: | 21 Oct 2026 08:16 |
| URI: | https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/27683 |
